Thursday, April 19, 2012

BELAJAR MATEMATIKA = BUKAN MENGHAPAL RUMUS

Sementara siswa atau orangtua siswa mempunyai pemahaman bahwa belajar matematika sama dengan belajar menghapal dan menerapkan rumus yang banyak sekali. Bahkan ada yang sudah pusing dan trauma ketika baru saja mendengar kata matematika diucapkan oleh seseorang.

Matematika sesungguhnya bukan sekedar menghitung, atau menerapkan rumus, melainkan memberikan nilai-nilai filosofis bahwa seseorang yang telah mempelajari matematika akan mendapatkan pemahaman (aware), kearifan (wishdom) dan kemudian mempunyai sikap dan karakter (attitude) yang terkait dengan :

(1) keterbatasan/finite, sesuatu yang ada batasnya/bounded-by/limited-by, dan di satu sisi ada ke-takterbatasan/infinite, sesuatu yang tak terbatas/opened space/un-bounded/un-limited.  Ada keterbatasan bagi makhluk/ yang diciptakan dan ada ada ke-tak terbatasan bagi Khalik/ yang menciptakan segala sesuatu.

(2) keteraturan dan kedisiplinan, ada hukum-hukum yang mempunyai hirarki atas konsep deduktif, sesuatu akan tunduk pada aturan hukum yang telah dibuktikan kebenarannya. Bila seseorang atau sesuatu objek masuk pada suatu himpunan yang terikat kepada suatu aturan hukum tertentu, maka orang atau objek tersebut harus mengikuti aturan hukum yang berlaku pada himpunan tersebut. Kedisiplinan akan dilakukan dan dilaksanakan dengan rasa senang dan bertanggungjawab karena taat pada aturan dan hukum yang berlaku.

(3) keajegan/konsistensi, ada kekekalan panjang dan luas pada perpindahan/tranformasi objek pada bidang datar dan ruang metrik. Juga memberikan wawasan perspektip meluas maupun menyempit sesuai dengan bentuk maupun struktur mula-mula. Seseorang akan konsisten pada pendirian tetapi memungkinkan untuk meluaskan dan memfokuskan terhadap pandangan dan wawasannya.

(4) saling melengkapi/komplementasi, ada komplemen yang saling melengkapi pada suatu himpunan, ada sesuatu yang saling melengkapi bagi sesuatu kekurangan atas kelebihan di sisi lainnya.

Selebihnya silakan Pembaca eksplor sendiri dengan perenungan dan refleksi masing-masing.

Salam

Posted by suharto in 03:18:36 | Permalink | No Comments »

Wednesday, May 11, 2011

KOPERASI SEJAHTERA

Sudah menjadi naluri sosial, manusia akan selalu membentuk kelompok-kelompok. Kelompok itu bisa berdasarkan persamaan hobi, agama, ras, dan bahkan kelompok kepentingan. Salah satu kelompok yang dibentuk berdasarkan kepentingan untuk saling memberikan manfaat sosial maupun ekonomi adalah koperasi. Koperasi secara filosofis dibentuk oleh dan dari anggota, untuk memberikan sebesar-besarnya manfaat dan keuntungan kepada anggotanya. Bila koperasi, anggota dan pengurusnya mempunyai komitmen yang kuat untuk berkembang, bersama-sama memberikan pemikiran, modal, dan partisipasi aktif yang positif maka koperasi akan berkembang dengan cepat.

Perkembangan koperasi ke arah yang sehat, tentu akan membawa keuntungan yang besar bagi anggotanya. Perkembangan koperasi dapat diindikasikan antara lain dengan perkembangan modal, usaha, dan keuntungan serta dapat mensejahterakan anggotanya.

Modal kerja bisa didapat dari Simpanan Pokok, Simpanan Wajib, dan simpanan lain yang bersifat sukarela. Simpanan yang sifatnya sukarela bisa berujud Simpanan Sukarela, Tabungan berjangka, Simpanan lebaran dan simpanan lain yang dapat diambil sewaktu anggota menghendaki. Modal juga bisa ditambah melalui kerjasama dengan pihak perbankan atau pihak lain yang sifatnya saling menguntungkan.

Bila pengurus mampu mengelola modal kerja dengan baik dan benar, dan tidak ada gejolak ekonomi yang merugikan, maka bisa dipastikan koperasi akan mampu memberikan keuntungan yang memadai dan bisa mensejahterakan anggotanya.

Bila semua koperasi yang didirikan masyarakat secara mandiri bisa melaksanakan kegiatannya dengan baik dan benar maka pondasi ekonomi kerakyatan Indonesia akan menjadi kuat. Penguatan pondasi ekonomi ini akan menjadi modal dasar yang handal bagi perkembangan ekonomi riil. Dan tentunya kemajuan ekonomi bangsa indonesia secara umum akan menjadi semakin berkembang pesat. Rakyatnya makmur dan sejahtera. Semoga.

Posted by suharto in 04:45:58 | Permalink | Comments Off

Thursday, April 21, 2011

UJIAN NASIONAL KEJUJURAN

UN tahun pelajaran 20010/20011 untuk SMK/MAK berakhir hari kemarin, sedangkan untuk SMA/MA berakhir hari ini bertepatan dengan peringatan hari kelahiran R.A. Kartini.

Sampai hari ini UN masih menjadi pro dan kontra bagi sebagian masarakat umum maupun para praktisi pendidikan. Walaupun tahun ini sudah ‘diturunkan’ kesaktiannya hanya menjadi 60% tetapi masih juga dimasalahkan oleh sebagian masarakat. Sebenarnya pada tahun-tahun sebelumnya UN juga bukan satu-satunya penentu kelulusan, tetapi rupanya pandangan dan apresiasi masarakat terhadap UN kurang positif, sehingga Kemendiknas menurunkan ‘peran’ UN menjadi 60%, sisanya dari nilai rapor semester 3, 4, 5 dan nilai Ujian Sekolah. 

Untuk mengurangi kecurangan siswa pada saat menyelesaikan soal, secara sistematis tahun ini disediakan 5 paket soal UN  dengan distribusi soal yang berbeda untuk setiap siswa yang duduk berdekatan. Bobot tingkat kesulitan dan cakupan materi dari 5 jenis soal yang disediakan relatip sama.

Bagaimana dengan aplikasi pelaksanaan di lapangan?

Disinyalir ada usaha sistematis dari oknum tertentu di sekolah, yayasan atau bahkan di tingkat dinas terkait yang melakukan kesengajaan maupun pembiaran terhadap kecurangan pada saat sebelum dan saat pelaksanaan UN.

Sebelum pelaksanaan UN, sekolah diharuskan untuk mengirimkan nilai rapor semester 3, 4, dan 5 ke data base Kemendiknas. Waktu sekitar satu bulan bisa dimanfaatkan oleh sekolah yang tidak bertanggungjawab untuk mengubah nilai rapor siswa sebelum kemudian baru dikirimkan ke data base.

Kecurangan pada saat pelaksanaan UN misalnya dengan membiarkan siswa berbuat curang pada saat mengerjakan soal UN seperti bekerja sama, mencontek, atau bahkan mendapatkan jawaban dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Pembiaran ini antara lain karena Pengawas UN diminta oleh oknum pihak sekolah penyelenggara, yayasan, atau bahkan oleh oknum dari dinas terkait untuk tidak terlalu ketat dalam melakukan pengawasan.

Dari kemungkinan-kemungkinan kecurangan di atas ada sebagian masarakat maupun praktisi pendidikan yang tidak setuju kalau UN terus dilakukan karena banyak menimbulkan penyimpangan dari norma-narma yang berlaku. Sementara sebagian yang lain setuju bila UN masih dilaksanakan karena memang diamanatkan oleh UU Sisdiknas, dan untuk mengukur secara nasional sampai seberapa keterserapan pembelajaran pada beberapa mata pelajaran yang di-UN-kan. Bila ada UN saja keterserapannya masih rendah apalagi tidak ada standarisasi secara nasional, bisa dibayangkan bagaimana mutu pendidikan secara nasional.

Bila penekanan pendidikan sekarang ini adalah pendidikan karakter, maka rangkaian pelaksanaan UN adalah salah satu tolok ukur sampai seberapa karakter bangsa telah menjadi nafas kita. Apakah karakter bangsa hanya penghias bibir belaka ataukah sudah diimplementasikan pada kehidupan nyata. Jangan-jangan pada tataran kehidupan nyata di masarakat malah ada pembenaran sistematis terhadap anomali ini, perilaku menyimpang ini malah dibenarkan secara sosial. Maka tepat kiranya bila UN juga merupakan UJIAN KEJUJURAN dan Ujian Karakter bangsa.    

Posted by suharto in 02:53:45 | Permalink | Comments Off

Friday, April 8, 2011

NUSAKAMBANGAN = PULAU PERISAI TSUNAMI

Siapa yang tidak tahu Nusakambangan? Nusakambangan terkenal antara lain karena sebagai tempat narapidana kelas kakap dan kelas paus. Ada Johny Indo, Tomy S, dan yang terakhir petugas yang mestinya memberantas narkoba malah ikut menjaga kelestarian keberadaannya, walah. . . .

Nusakambangan juga terkenal dengan wisata hutan tropis dan batu kapurnya.

Tetapi sekarang hutan Nusakambangan sudah mulai menipis, dan batu kapur liat yang ada sudah dieksploitasi menjadi bahan baku pembuat semen. Bila hutan Nusakambangan tidak direboisasi dan eksploitasi tanah kapur liat tidak dihentikan, maka dipastikan pulau Nusakambangan akan rusak dan akhirnya bisa hilang dari peta Nusantara.

Allah telah memberikan kepada kita pulau Nusakambangan yang harus dijaga kelestariannya, bukan untuk dirusak. Manfaat yang didapat antara lain sebagai PARU-PARU Cilacap dan sekitarnya, yang selama ini banyak dicemari oleh cerobong asap dari pengolahan minyak, debu halus pengolahan semen dan asap kendaraan bermotor maupun kapal-kapal yang berlalu-lalang. Manfaat lainnya adalah untuk TAMENG/ PERISAI penghalang bila terjadi bencana TSUNAMI. Sementara negara lain yang berpotensi sering terkena tsunami membangun benteng untuk menahan gelombang laut masuk ke daratan dan menanami lahan di sepanjang pantainya, kita malah merusak TAMENG/ PERISAI ALAMI yang sudah diberikan atas kemurahan rahmah Allah.

Sesungguhnya kerusakan alam hanya terjadi karena manusia yang serakah dan tidak mengambil hikmah dari suatu peristiwa.

Apakah kita tidak berpikir . . . . .?

Posted by suharto in 04:49:07 | Permalink | Comments Off

Monday, February 28, 2011

BUDAYA, KEBIASAAN ATAU MENTAL?

Masihkah kita membuang sampah di sebarang tempat? Di jalan, di pekarangan, di selokan, di sungai, di pantai, di tempat umum?

Bila kita mengendarai mobil, masihkah kita membuang sampah ke luar jendela?

Berapa persen dari kita sudah membuang sampah pada tempat yang tersedia?

Berapa persen dari kita sudah memisahkan sampah organik dan sampah non-organik?

Berapa persen dari kita sudah memisahkan sampah plastik, kertas, beling, dan sampah organik?

Apakah Anda merokok?

Kalau Anda merokok, masihkah Anda merokok di ruang ber-AC?

Kalau Anda merokok, masihkah Anda merokok di sebarang tempat?

Kalau Anda merokok, masihkah Anda membuang puntung di sebarang tempat?

Apakah kita sudah antri pada tempat pembayaran atau pembelian?

Apakah Anda masih membuat orang lain tidak nyaman?

. . . . . . . . . . . . .

Mental yang baik membentuk kebiasaan yang baik, kebiasaan yang baik membentuk budaya yang baik.

Akan sama artinya dengan, bila budayanya tidak baik maka kebiasaannya tidak baik, bila kebiasaannya tidak baik maka mentalnya tentu juga tidak baik.

 

Posted by suharto in 04:30:03 | Permalink | Comments Off

Thursday, January 13, 2011

BELAJAR MATEMATIKA SENANG DAN MENYENANGKAN

Open Ended Aproach

Menjadi kelaziman selama ini, bahawa dalam menyelesaikan masalah-masalah matematika selalu menggunakan rumus baku yang sudah dibuktikan secara deduktif. Penyelesaian manjadi seragam dan tertutup. Tidak memberikan keleluasaan kepada siswa untuk menggali solusi yang lebih terbuka, beragam dan memberikan kebebasan ruang berpikir.

Open Ended Aproach adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang lebih memberikan ruang bagi siswa dalam menyelesaiakan masalah dengan keragaman cara berpikir. Mereka bebas menyelesaiakan masalah berkait dengan konsep maupun problem yang lebih kompleks tentang matematika. Dengan Open Ended Aproach, masalah bisa diselesaiakan dengan banyak cara dan banyak hasil, serta akan menumbuhkan masalah baru yang menjadi lebih menantang dan menarik. Siswa ditantang untuk lebih kreatif dalam mengeksplor pemikirannya. Dengan begitu maka matematika menjadi pelajaran yang lebih menantang dan menarik tentunya.

Eksplorasi pemikiran, pengembangan dan aplikasi bagi guru Matematika dan pemerhati pendidikan tentuknya akan sangat membantu bagi pengembangan selanjutnya.

  

Posted by suharto in 05:36:29 | Permalink | Comments Off

Thursday, July 15, 2010

In House Training Awal Tahun Pelajaran 2010/2011

Guru-guru SMK 2 Cilacap mulai hari Selasa tanggal 13 Juli 2010 sampai dengan Kamis 15 Juli 2010 mengadakan IHT. IHT kali ini bertujuan untuk menyusun Perangkat Administrasi Pembelajaran tahun 2010-2011 sedara bersama.

Posted by suharto in 05:35:21 | Permalink | Comments Off

Wednesday, April 28, 2010

POLTEK NEGERI DI CILACAP? WHY NOT . . .

Akhir tahun 2007 acara handover sertifikasi ISO 9001:2000 kepada tiga SMK Negeri di kabupaten Cilacap dilaksanakan di Aula SMK Negeri 2 Cilacap. Ketika itu bapak Bupati Cilacap hadir. Dari Depdiknas hadir Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Depdiknas, pak Joko Sutrisno. Ada kesepahaman pendapat antara pak Bupati dan pak Dierektur PSMK tentang perlunya institusi pendidikan yang dapat menyediakan tenaga terampil tingkat lanjut.

Kemudian Bupati Cilacap melalui Kepala Dinas Pendidikan mengadakan persiapan dan studi kelayakan untuk menjajagi apakah kabupaten Cilacap memenuhi syarat untuk didirikan Politeknik yang memfasilitasi pemenuhan tenaga terampil tingkat lanjut pada bidang-bidang yang dibutuhkan oleh Industri dan Jasa di Cilacap dan sekitarnya.

Melalui proses yang tidak sederhana akhirnya disetujui proposal pendirian dan ijin operasional nomor : 125/ D/ O/2008. Dengan ijin operasional yang telah diperoleh  dan dana bantuan yang dikucurkan dari pemerintah pusat melalui Dikti serta dana pendampingan dari Pemda Cilacap akhirnya berdirilah gedung megah di jalan Dr. Soetomo Cilacap.

Kiranya warga Cilacap berharap, pengembangan Politeknik Cilacap tidak hanya sampai di sini saja. Banyak harapan dari warga kabupaten Cilacap dan sekitarnya untuk dapat memasukkan anaknya ke Politeknik Cilacap. Mereka juga berharap kiranya Politeknik Cilacap yang menjadi kebanggaan warga Cilacap dan sekitarnya,  setelah diakreditasi nantinya dapat menjadi Politeknik Negeri Cilacap.

Posted by suharto in 04:40:46 | Permalink | Comments Off

Thursday, April 1, 2010

Guru Matematika Lagi Diskusi

gurumatSelagi tidak mengajar, guru-guru Matematika sibuk membuat administrasi pembelajaran. Semua sudah pada punya laptop, sehingga penyusunan administrasi pembelajaran sudah menjadi semakin mudah. Administrasi nilai sudah bisa dikerjakan dengan mudah dan bisa diakses setiap saat.

Di ruang guru juga sudah sejak lama tersedia hotspot yang setiap saat bisa diakses. Guru-guru bisa juga mencarai referensi dari internet. Lalu apalagi yang mesti ditingkatkan? Tentunya semangat belajar dan semangat bekerja yang mesti ditingkatkan supaya menjadi lebih luas pengetahuannya. Bila guru jarang membaca dan membuka wawasan, tentu akan kalah dengan siswanya yang rajin memperbarui pengetahuannya.

Posted by suharto in 02:41:33 | Permalink | Comments Off

Tuesday, March 30, 2010

KEPALA SEKOLAH WARTAWAN ATAU WARTAWAN KEPALA SEKOLAH ?

ks-smk-36Seorang sahabat dari Jakarta yang selalu sibuk dengan beberapa kegiatan antara lain ceramah, fotografi, trainer, inovator, pemberantasan narkoba dan juga sebagai kepala sekolah di salah satu SMK di Jakarta mampir ke rumah setelah melatih penulisan blog di acara workshop di Purbalingga. Dia sempat memberi wawasan kepada anak saya yang akan lulus SMP tahun ini. Mudah-mudahan anak saya menjadi lebih terbuka wawasannya karena yang menyampaikan bukan orangtuanya. Sukses juga untuk sahabat saya, dan tentunya tidak hanya sukses yang dapat diraih, tapi manfaat dari kesuksesan itulah yang lebih berarti.

Posted by suharto in 08:21:02 | Permalink | Comments (1) »