BELAJAR MATEMATIKA = BUKAN MENGHAPAL RUMUS
Sementara siswa atau orangtua siswa mempunyai pemahaman bahwa belajar matematika sama dengan belajar menghapal dan menerapkan rumus yang banyak sekali. Bahkan ada yang sudah pusing dan trauma ketika baru saja mendengar kata matematika diucapkan oleh seseorang.
Matematika sesungguhnya bukan sekedar menghitung, atau menerapkan rumus, melainkan memberikan nilai-nilai filosofis bahwa seseorang yang telah mempelajari matematika akan mendapatkan pemahaman (aware), kearifan (wishdom) dan kemudian mempunyai sikap dan karakter (attitude) yang terkait dengan :
(1) keterbatasan/finite, sesuatu yang ada batasnya/bounded-by/limited-by, dan di satu sisi ada ke-takterbatasan/infinite, sesuatu yang tak terbatas/opened space/un-bounded/un-limited. Ada keterbatasan bagi makhluk/ yang diciptakan dan ada ada ke-tak terbatasan bagi Khalik/ yang menciptakan segala sesuatu.
(2) keteraturan dan kedisiplinan, ada hukum-hukum yang mempunyai hirarki atas konsep deduktif, sesuatu akan tunduk pada aturan hukum yang telah dibuktikan kebenarannya. Bila seseorang atau sesuatu objek masuk pada suatu himpunan yang terikat kepada suatu aturan hukum tertentu, maka orang atau objek tersebut harus mengikuti aturan hukum yang berlaku pada himpunan tersebut. Kedisiplinan akan dilakukan dan dilaksanakan dengan rasa senang dan bertanggungjawab karena taat pada aturan dan hukum yang berlaku.
(3) keajegan/konsistensi, ada kekekalan panjang dan luas pada perpindahan/tranformasi objek pada bidang datar dan ruang metrik. Juga memberikan wawasan perspektip meluas maupun menyempit sesuai dengan bentuk maupun struktur mula-mula. Seseorang akan konsisten pada pendirian tetapi memungkinkan untuk meluaskan dan memfokuskan terhadap pandangan dan wawasannya.
(4) saling melengkapi/komplementasi, ada komplemen yang saling melengkapi pada suatu himpunan, ada sesuatu yang saling melengkapi bagi sesuatu kekurangan atas kelebihan di sisi lainnya.
Selebihnya silakan Pembaca eksplor sendiri dengan perenungan dan refleksi masing-masing.
Salam

























Selagi tidak mengajar, guru-guru Matematika sibuk membuat administrasi pembelajaran. Semua sudah pada punya laptop, sehingga penyusunan administrasi pembelajaran sudah menjadi semakin mudah. Administrasi nilai sudah bisa dikerjakan dengan mudah dan bisa diakses setiap saat.
Seorang sahabat dari Jakarta yang selalu sibuk dengan beberapa kegiatan antara lain ceramah, fotografi, trainer, inovator, pemberantasan narkoba dan juga sebagai kepala sekolah di salah satu SMK di Jakarta mampir ke rumah setelah melatih penulisan blog di acara workshop di Purbalingga. Dia sempat memberi wawasan kepada anak saya yang akan lulus SMP tahun ini. Mudah-mudahan anak saya menjadi lebih terbuka wawasannya karena yang menyampaikan bukan orangtuanya. Sukses juga untuk sahabat saya, dan tentunya tidak hanya sukses yang dapat diraih, tapi manfaat dari kesuksesan itulah yang lebih berarti.